metrobarelangbatam.com, Batam – Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam, Kwin Fo, tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp8.707.131.136 atau sekitar Rp8,7 miliar berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disajikan.
Dalam data tersebut, total harta Kwin Fo sebelum dikurangi utang mencapai Rp9.628.684.136. Sementara itu, kewajiban utangnya tercatat sebesar Rp921.553.000.
Kekayaan tersebut terdiri atas sejumlah aset, mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
Aset Tanah dan Bangunan Rp4,5 Miliar
Pada kategori tanah dan bangunan, Kwin Fo melaporkan aset senilai Rp4.504.674.000.
Aset tersebut tersebar di Batam dan Surabaya, dengan rincian enam bidang tanah dan/atau bangunan yang tercantum dalam laporan kekayaannya.
Di Batam, aset yang dilaporkan meliputi tanah dan bangunan seluas 220 meter persegi dengan luas bangunan 160 meter persegi senilai Rp1.015.900.000, serta tanah dan bangunan seluas 87 meter persegi dengan luas bangunan 70 meter persegi senilai Rp1.060.124.000.
Selain itu, terdapat dua bidang tanah di Batam yang masing-masing memiliki luas 600 meter persegi dengan nilai Rp700 juta per bidang. Dengan demikian, nilai kedua bidang tanah tersebut mencapai Rp1,4 miliar.
Sementara di Surabaya, Kwin Fo melaporkan tanah dan bangunan seluas 67 meter persegi dengan luas bangunan 73 meter persegi senilai Rp806.815.000, serta sebidang tanah seluas 23 meter persegi senilai Rp221.835.000.
Seluruh aset tanah dan bangunan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
Lima Mobil, Termasuk Denza D9 Rp898 Juta
Pada kategori alat transportasi dan mesin, Kwin Fo melaporkan kepemilikan lima unit mobil dengan total nilai Rp1.293.000.000.
Kendaraan tersebut terdiri atas Honda CR-V tahun 1999 senilai Rp45 juta, Toyota Fortuner tahun 2012 senilai Rp180 juta, Toyota Yaris tahun 2012 senilai Rp70 juta, dan Toyota Calya tahun 2019 senilai Rp100 juta.
Selain empat kendaraan tersebut, Kwin Fo juga melaporkan mobil Denza D9 tahun 2025 dengan nilai Rp898 juta.
Nilai mobil Denza D9 tersebut menjadi komponen terbesar dalam kategori kendaraan yang dilaporkan, yakni sekitar 69,5 persen dari total nilai seluruh kendaraan.
Seluruh kendaraan itu tercatat sebagai hasil sendiri.
Surat Berharga dan Kas Capai Rp3,7 Miliar
Selain aset properti dan kendaraan, Kwin Fo juga memiliki surat berharga senilai Rp1.739.614.082.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp2.028.752.473. Ia juga mencatatkan harta lainnya senilai Rp62.643.581.
Jika digabungkan, nilai surat berharga dan kas serta setara kas mencapai Rp3.768.366.555 atau sekitar Rp3,77 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekayaan Kwin Fo tidak hanya berupa aset tetap, tetapi juga mencakup aset keuangan dalam jumlah miliaran rupiah.
Transparansi Harta dan Akuntabilitas Publik
Sebagai pimpinan perusahaan penyedia tenaga listrik di Batam, keterbukaan informasi mengenai harta kekayaan pejabat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Meski demikian, nilai kekayaan yang tercantum dalam LHKPN tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran hukum. Penilaian terhadap kewajaran harta harus mempertimbangkan sumber penghasilan, riwayat kepemilikan aset, serta informasi pendukung lainnya.
Karena itu, keakuratan data, kelengkapan pelaporan, dan kesesuaian antara harta yang dilaporkan dengan sumber perolehannya tetap menjadi aspek penting dalam mekanisme pengawasan.
Catatan Redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan data kekayaan yang diberikan. Sebelum diterbitkan, perlu dipastikan tahun pelaporan, tanggal penyampaian LHKPN, serta kesesuaian angka dengan dokumen resmi yang dipublikasikan melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis : TS















