Proyek Pertokoan Marina Central Tidak Memiliki SIMBG, Dinas Cipta Karya Batam Tutup Mata dan Tutup Mulut

Avatar photo

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Azril Apriansyah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam Memilih Tutup Mata dan Tutup Mulut

Azril Apriansyah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam Memilih Tutup Mata dan Tutup Mulut

MetroBarelangBatam.com, Batam – Proyek pembangunan pertokoan Marina Central berupa ruko dua lantai yang dikerjakan developer Cipta Group milik PT Ekarada Karya Budaya di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam kembali menuai sorotan. Ironisnya, proyek pertokoan Marina Central belum mengantongi perizinan SIMBG (Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung).

Berdasarkan informasi yang diperoleh media, SIMBG merupakan sistem perizinan bangunan yang dilakukan secara online, transparan, dan terintegrasi dengan OSS. Melalui sistem ini, pengembang wajib mengurus berbagai dokumen penting seperti PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), SLF (Sertifikat Laik Fungsi), hingga dokumen teknis lainnya seperti SBKBG dan RTB.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda. Proyek pembangunan ruko dua lantai di kawasan Marina Central tetap berjalan meski belum mengantongi izin SIMBG. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait fungsi pengawasan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam.

Lemahnya pengawasan tersebut dinilai menunjukkan ketidakberdayaan instansi terkait dalam menertibkan pembangunan yang diduga belum memenuhi persyaratan administrasi. Padahal, aturan perizinan bangunan dibuat untuk menjamin legalitas pembangunan sekaligus melindungi kepentingan masyarakat sebagai konsumen.

Baca Juga :  Tanpa Perizinan, Aktivitas Pematangan Lahan Villa Foresta Sekupang Terus Berjalan–DLH Batam Lemah Bertindak

Situasi ini semakin mengkhawatirkan apabila proyek pertokoan Marina Central ruko dua lantai tersebut nantinya dipasarkan kepada masyarakat melalui sistem pembayaran tunai bertahap (cash bertahap). Jika bangunan tersebut terbukti belum memiliki legalitas perizinan yang lengkap, maka potensi kerugian bagi konsumen menjadi sangat besar.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam, Azril Apriansyah, guna meminta klarifikasi terkait status perizinan proyek pertokoan Marina Central ruko dua lantai yang dikerjakan developer Cipta Group milik PT Ekarada Karya Budaya, Namun hingga kini, yang bersangkutan memilih tutup mata dan tutup mulut.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (04/03/2026) tidak mendapatkan respons apa pun.

Adapun sejumlah pertanyaan yang diajukan media kepada Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam antara lain:

Baca Juga :  Bangunan Misterius di Tanjung Riau, Tidak Mengantongi PBG Hingga Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Batam Bungkam

– Apakah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam telah mengeluarkan izin SIMBG kepada PT Ekarada Karya Budaya selaku developer Cipta Group proyek pertokoan Marina Central?

– Apakah proyek pertokoan Marina Central tersebut masih menggunakan izin IMB lama dengan nomor KPTS 356/IMB/VIII/2011, dan apakah izin tersebut masih diperbolehkan digunakan?

– Apakah perizinan lain seperti andalalin dan izin sempadan bangunan telah diterbitkan untuk proyek pertokoan Marina Central?

Hingga berita ini dipublikasikan, tidak satu pun pertanyaan tersebut dijawab secara resmi oleh Azril Apriansyah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam. Sikap tutup mata dan tutup mulut, justru menimbulkan kesan seolah-olah persoalan perizinan proyek pertokoan Marina Central ini dibiarkan tanpa pengawasan yang jelas.

 

Penulis : Redaksi

 

#Dr. Dewi Chomistriana, S.T, M.Sc #Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) #Kabinet Menteri #Presiden Prabowo #Batam # Kepri #Indonesia

Berita Terkait

Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, TNI Perkuat Kesiapsiagaan Intelijen di Kepri
Tanpa Perizinan, Aktivitas Pematangan Lahan Villa Foresta Sekupang Terus Berjalan–DLH Batam Lemah Bertindak
Kinerja Kepala DLH dan CKTR Batam : Lemah dalam Pengawasan dan Penindakan Perizinan Workshop Milik PT Wasco Engineering Indonesia
SP3 Kedaluwarsa, Upah Terus Dipotong: Engly dan Rieke Jadi Korban Dugaan Korupsi Manajer HRD PT Pegaunihan Technology Indonesia Batam
Imigrasi Batam Belum Benarkan Dugaan Pungli, Pemeriksaan Oknum Petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre Belum Dilakukan
Amerta Hill Nekat Bangun Tanpa Izin, BP Batam Akui Pelanggaran—Kepala Dinas Cipta Karya Bungkam
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam Diduga Abaikan Perizinan Dalam Pembangunan Workshop Baru PT Wasco Engineering Indonesia
Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal dari Speedboat Kandas di Pulau Panjang
Berita ini 49 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:34 WIB

Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, TNI Perkuat Kesiapsiagaan Intelijen di Kepri

Sabtu, 18 April 2026 - 13:16 WIB

Tanpa Perizinan, Aktivitas Pematangan Lahan Villa Foresta Sekupang Terus Berjalan–DLH Batam Lemah Bertindak

Rabu, 15 April 2026 - 19:11 WIB

Kinerja Kepala DLH dan CKTR Batam : Lemah dalam Pengawasan dan Penindakan Perizinan Workshop Milik PT Wasco Engineering Indonesia

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

SP3 Kedaluwarsa, Upah Terus Dipotong: Engly dan Rieke Jadi Korban Dugaan Korupsi Manajer HRD PT Pegaunihan Technology Indonesia Batam

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:35 WIB

Imigrasi Batam Belum Benarkan Dugaan Pungli, Pemeriksaan Oknum Petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre Belum Dilakukan

Berita Terbaru

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini.