Tanpa Perizinan, Aktivitas Pematangan Lahan Villa Foresta Sekupang Terus Berjalan–DLH Batam Lemah Bertindak

Avatar photo

Sabtu, 18 April 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas Pematangan Lahan di Dalam Kawasan Villa Foresta, Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Berjalan Tanpa Mengantongi Perizinan Lengkap

Aktivitas Pematangan Lahan di Dalam Kawasan Villa Foresta, Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Berjalan Tanpa Mengantongi Perizinan Lengkap

metrobarelangbatam.com, Batam – Aktivitas pematangan lahan di dalam kawasan Villa Foresta, Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, diduga kuat berjalan tanpa mengantongi perizinan lengkap. Sejumlah dokumen krusial seperti AMDAL, UKL/UPL, SPPL hingga SIMBG yang mencakup PBG, SLF, SBKBG, dan RTB, disebut belum dimiliki oleh pihak developer, yakni Cipta Group.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, kegiatan pematangan lahan di lokasi kawasan Villa Foresta tetap berlangsung tanpa hambatan berarti. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang seharusnya tidak dapat dijalankan sebelum seluruh aspek perizinan dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Secara normatif, setiap kegiatan pematangan lahan wajib lebih dahulu mengantongi izin lingkungan dan izin teknis bangunan. Dokumen seperti AMDAL atau UKL/UPL menjadi syarat utama untuk memastikan dampak lingkungan telah dikaji secara komprehensif. Selain itu, SPPL sebagai bentuk komitmen pengelolaan lingkungan juga wajib dipenuhi. Tanpa itu, aktivitas pembangunan berpotensi dikategorikan sebagai kegiatan ilegal.

Baca Juga :  PT PLN Batam Resmikan Memindahkan Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tiban

Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Developer Cipta Group tetap melanjutkan aktivitasnya meski diduga belum menyelesaikan seluruh perizinan yang dipersyaratkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap fungsi pengawasan instansi terkait.

Sorotan tajam mengarah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam yang dinilai mengetahui aktivitas tersebut, namun belum mengambil langkah tegas. Sikap serupa juga ditunjukkan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam yang terkesan membiarkan kegiatan berlangsung tanpa kepastian legalitas SIMBG.

Padahal, Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, sebelumnya menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016, kewenangan pengelolaan lingkungan hidup berada pada DLH. Instansi tersebut memiliki tanggung jawab dalam penyusunan, penilaian, serta pengawasan dokumen lingkungan seperti AMDAL, UKL/UPL, hingga SPPL.

Ia juga menegaskan bahwa tanpa izin lingkungan hidup, suatu kegiatan tidak seharusnya dilanjutkan dan wajib dihentikan.

Baca Juga :  Ditreskrimsus Polda Kepri Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Sembako Dengan Anak Panti Asuhan

Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan konkret dari DLH Batam terhadap aktivitas di Villa Foresta. Kepala DLH Batam, Dohar Hasibuan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait legalitas kegiatan tersebut, memilih tidak memberikan tanggapan, Senin (13/04/2026).

Media telah melayangkan sejumlah pertanyaan, di antaranya terkait keberadaan izin AMDAL, UKL/UPL, dan SPPL, sikap DLH terhadap aktivitas tanpa izin, serta langkah pengawasan yang telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi yang diberikan.

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan serta minimnya transparansi dari instansi terkait dalam menegakkan aturan perizinan pembangunan di Kota Batam.

metrobarelangbatam.com akan terus menelusuri perkembangan kasus ini guna memastikan adanya kepastian hukum serta mendorong transparansi dalam pengawasan pembangunan yang berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

Penulis : Redaksi

 

#HanifFaisolNurofiq #MenteriLingkunganHidup(LH)/KepalaBadanPengendalianLingkunganHidup(BPLH)RI #Dr.Dewi Chomistriana,S.T, M.Sc #DirekturJenderalCiptaKaryaKementerianPekerjaanUmum(PU) #PresidenPrabowo #Indonesia

Berita Terkait

Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, TNI Perkuat Kesiapsiagaan Intelijen di Kepri
Kinerja Kepala DLH dan CKTR Batam : Lemah dalam Pengawasan dan Penindakan Perizinan Workshop Milik PT Wasco Engineering Indonesia
SP3 Kedaluwarsa, Upah Terus Dipotong: Engly dan Rieke Jadi Korban Dugaan Korupsi Manajer HRD PT Pegaunihan Technology Indonesia Batam
Imigrasi Batam Belum Benarkan Dugaan Pungli, Pemeriksaan Oknum Petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre Belum Dilakukan
Amerta Hill Nekat Bangun Tanpa Izin, BP Batam Akui Pelanggaran—Kepala Dinas Cipta Karya Bungkam
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Batam Diduga Abaikan Perizinan Dalam Pembangunan Workshop Baru PT Wasco Engineering Indonesia
Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal dari Speedboat Kandas di Pulau Panjang
Awalnya Food Court, Kini Jadi Gedung Olahraga: Proyek PT OKP Disorot Reklamasi Bibir Pantai
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:34 WIB

Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, TNI Perkuat Kesiapsiagaan Intelijen di Kepri

Sabtu, 18 April 2026 - 13:16 WIB

Tanpa Perizinan, Aktivitas Pematangan Lahan Villa Foresta Sekupang Terus Berjalan–DLH Batam Lemah Bertindak

Rabu, 15 April 2026 - 19:11 WIB

Kinerja Kepala DLH dan CKTR Batam : Lemah dalam Pengawasan dan Penindakan Perizinan Workshop Milik PT Wasco Engineering Indonesia

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

SP3 Kedaluwarsa, Upah Terus Dipotong: Engly dan Rieke Jadi Korban Dugaan Korupsi Manajer HRD PT Pegaunihan Technology Indonesia Batam

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:35 WIB

Imigrasi Batam Belum Benarkan Dugaan Pungli, Pemeriksaan Oknum Petugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre Belum Dilakukan

Berita Terbaru

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini.